Aset Digital: Tren Terkini Instrumen Trading

kolektibel

Sekarang ini, istilah trading bukan menjadi hal yang asing lagi untuk didengar oleh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Pembahasan mengenai trading sudah menjadi hal yang biasa kita temui di sosial media. Hal ini dikarenakan, belakangan ini, banyak konten kreator yang mulai aktif membahas kegiatan trading mereka di sosial media. Mulai dari membahas pergerakan instrumen trading, memperkirakan instrumen yang akan naik, hingga membagikan hasil trading mereka di sosial media.

 

Perkembangan trading yang cukup signifikan tersebut tentu saja dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan dunia digital yang terjadi. Perkembangan teknologi yang terjadi tidak hanya mempengaruhi dunia trading, tetapi termasuk pada instrumen-instrumen trading. Instrumen trading biasa dikenal juga dengan aset digital. Aset digital yang dapat ditradingkan di Indonesia saat ini pun semakin beragam. Lantas, apa aja sih aset-aset digital yang umum ditradingkan oleh masyarakat Indonesia?

Saham

Saham menjadi instrumen trading yang cukup populer saat ini. Saham sendiri adalah sebagai bentuk kepemilikan sebagian modal perusahaan yang telah kita tanam pada perusahaan bersangkutan. Iya, bisa dikatakan, saat ini saham adalah instrumen trading yang paling populer di antara instrumen trading yang lain. Alasannya, karena saham-lah yang sudah sejak lama ada di Indonesia dan belakangan ini kian menjadi populer. Selain itu, edukasi mengenai saham pun juga semakin banyak, terlebih di kampus-kampus baik negeri maupun swasta, rata-rata sudah memiliki komunitas saham.

 

Saham juga menjadi instrumen trading yang ikut mengalami perkembangan teknologi. Jika dulu mungkin ketika orang tua kita ingin menjadi investor saham dan harus melewati proses pendaftaran yang cukup rumit, saat ini kita bisa melakukan pendaftaran untuk menjadi investor saham hanya melalui smartphone dan waktu yang dibutuhkan pun juga sebentar.

Crypto

Crypto merupakan mata uang digital yang hanya bisa digunakan untuk transaksi secara digital juga. Dengan kata lain, crypto hanya bisa digunakan di dalam jaringan internet dan tidak bisa digunakan untuk transaksi di dunia nyata. Crypto sendiri termasuk ke dalam jenis instrumen trading yang high risk high return. Maksudnya, peluang keuntungan yang akan diterima oleh trader cukup tinggi, akan tetapi risiko kerugian yang bisa dialami oleh trader pun juga akan tinggi.

 

Karena itu, instrumen crypto tidak disarankan untuk trader-trader pemula.

NFT

Dan instrumen trading yang tidak kalah menarik adalah NFT atau Non Fungible Token. NFT merupakan bentuk representasi yang mewakili kepemilikan aset fisik, diubah menjadi kepemilikan aset digital. Sebagai contoh, kepemilikan aset fisik, seperti rumah, tanah, mobil, diubah kepemilikannya menjadi aset digital, seperti video, gambar, musik, dan foto.

 

Dan jika kamu ingin mendapatkan NFT dalam bentuk video, kamu bisa mendapatkannya di Kolektibel. Kolektibel memiliki produk NFT yang merupakan hasil kerjasama dengan IBL, yaitu IBL NFT Kolektibel.

 

Kolektibel

Kolektibel adalah platform NFT pertama di Indonesia yang menampilkan dan menyediakan aksi dan momen terbaik khusus pada bidang olahraga, seni dan budaya, bahkan hingga lifestyle. Kolektibel sendiri menggunakan Vexanium blockchain sebagai basis tempat penyimpanan data-datanya. Fyi, Vexanium blockchain adalah public blockchain yang dibuat dan asli dari Indonesia sejak tahun 2018, dan yang paling penting adalah Vexanium blockchain ini sudah menjadi entitas yang legal juga lho, menarik bukan menggunakan platform dan blockchain asli Indonesia?

 

Setiap aset digital yang akan kamu jajaki sebagai instrumen trading, penting bagi kamu untuk melakukan riset terhadap aset digital tersebut, agar tidak menyesal nantinya. Dan semoga artikel ini dapat menambah referensi kamu tentang aset digital, ya!

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like these