Meski Sama-Sama Sistem Pendanaan, Ini beda Platform Crowdfunding Dan P2P Lending

Dalam menjalankan sebuah usaha, pastinya para pebisnis akan melakukan berbagai cara agar usahanya terus maju dan berkembang. Semua itu pastinya memerlukan dukungan dana yang memadai. Sekarang ini, untuk mendapatkan tambahan dana usaha tidak harus melalui pihak perbankan. Apalagi suku bunga yang mencekik sangat tidak baik untuk perkembangan bisnis yang masih skala kecil dan menengah.

Di Indonesia ada dua sistem pendanaan yang populer yaitu crowdfunding dan P2P lending. Keduanya sering kali dianggap sama padahal jika ditelaah lebih dalam ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan diantara keduanya. Jika Anda ingin tahu perbedaan crowdfunding dan p2p atau Peer To Peer Lending, simak penjelasannya berikut ini:

  1. Pengertian

Jika Anda ingin menggunakan sistem pendanaan crowdfunding, Anda harus tahu apa itu crowdfunding? Jadi perlu diketahui crowdfunding merupakan sistem pendanaan dimana pemilik dana bisa menyalurkan sejumlah dana yang dimilikinya dalam bentuk donasi. Jadi crowdfunding sendiri juga lebih familiar dengan istilah equity crowdfunding Indonesia. Dan di dalam sistem pendanaannya melibatkan tiga pihak yakni peminjam, pemberi dana dan platform.

Sedangkan P2P Lending adalah platform yang mempertemukan si pemberi pinjaman dengan si peminjam tanpa harus bertemu langsung. Uang yang dipinjam mendapatkan bunga ketika pengembaliannya. Baik P2P lending maupun crowdfunding sama-sama dilakukan secara online jadi sangat mudah dan tidak ribet pastinya.

  1. Kompensasi

Crowdfunding akan memberikan hadiah berupa saham bisnis dan reward kepada mereka yang sudah memberikan pinjaman dana. Sedangkan P2P Lending menerapkan kompensasi bunga terhadap mereka yang memberikan pinjaman. Dan untuk besaran bunganya sendiri sangat tergantung pada risiko yang didapatkan.

  1. Persetujuan Pengajuan Pinjaman

Ketiga, perbedaan terdapat pada persetujuan pengajuan pinjaman. Jadi untuk Anda yang melakukan pinjaman melalui platform crowdfunding, tidak ada perjanjian yang terikat antara peminjam dan si pemberi pinjaman. Karena dana yang terkumpul tidak ada nominal dan sifatnya bebas atau sukarela.

Sedangkan jika Anda melakukan pinjaman melalui P2P lending, Anda harus melengkapi beberapa syarat seperti identitas diri, NPWP pemilik usaha, surat izin usaha, rekening aktif. Jika semua syarat sudah lengkap maka pinjaman akan segera diproses.

Jadi terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara P2P Lending dan crowdfunding. Bagi Anda yang memiliki dana lebih dan ingin diinvestasikan, Anda bisa memilih P2P lending karena jauh lebih aman. Crowdfunding memang tidak mengikat dan lebih mudah tapi sayangnya risiko kegagalan sangatlah tinggi.

Untuk Anda yang tertarik melakukan pinjaman atau bahkan memberikan pinjaman melalui platform P2P Lending, Anda bisa bergabung dengan Amartha sekarang juga. Prosesnya cepat, mudah dan tidak ribet jadi Anda tidak perlu khawatir akan membuang waktu dan energi Anda pada saat menggunakan platform ini. Dan bagi pemilik dana, terdapat keuntungan hingga 15% yang bisa Anda raih di setiap tahunnya. Menarik sekali, bukan?

 

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these